Kisah Inspiratif Mahasiswa Yang Sukses Jadi Pengusaha Bisnis Di Usia Muda

Bagi sebagian besar orang mahasiswa sangatlah identik dengan belajar, berorganisasi dan serta bergaul, tapi siapa sangka tidak sedikit dari mereka yang mulai untuk merintis karir sebagai pengusaha dari mahasiswa.

Bagi seorang calon pengusaha kisah inspiratif mahasiswa bisnis jadi pengusaha merupakan bukti bahwa untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses tidak perlu membutuhkan modal yang besar, koneksi yang melimpah, yang diperlukan yaitu kerja keras serta tekad yang kuat.

Perlu diakui memang, jika untuk menjadi seorang pengusaha yäng sukses disaat kuliah tidak mudah, karena mahasiswa mempunyai keterbatasan pada modal, koneksi serta juga pengalamanyang dimiliki. Oleh sebab itu kisah sukses mereka dapat dipelajari dan memberikan inspirasi untuk anda. Untuk memberikan inspirasi bagi kamu berikut kisah inspiratif mahasiswa bisnis.

Kisah Inspiratif Mahasiswa Bisnis Yang Sukses

1. Aditya Andriansyah

Aditya Andriansyah adalah seorang mahasiswa jurusan Agribisnis di Universitas Medan Area, Sumatera Utara. Dia bertekad membiayai kuliahnya sendiri. Walaupun usianya baru 20 tahun, ia sudah berhasil menjadi peternak kelinci yang cukup sukses.

Melalui usaha yang di jalaninya tersebut, Aditya bukan hanya dapat membiayai kuliahnya namun juga dapat memenuhi keperluan pribadinya sehari-hari. Padahal, ilmu tentang kelinci ia dapatkan hanya melalui internet.

Usaha ini bermula tanpa di rencanakan sama sekali sejak ia masih duduk di bangku SMP. Pada saat itu, ia membeli dua ekor kelinci seharga 80 ribu rupiah dan menjualnya kembali seharga 100 ribu rupiah. Setelahnya, Adit mulai sering untuk membeli kelinci untuk dijual kembali, sampai akhirnya ia memutuskan menjadi seorang peternak kelinci.

Dalam jangka waktu seminggu, ia berhasil menjual puluhan kelinci dan mendapat keuntungan bersih sampai jutaan rupiah.

2. Muhammad Khairul Apriatama

Bermodalkan uang tabungan miliknya, Muhammad Khairul Apriatama atau yang sering di panggil Tama memulai untuk bisnis fashion pada akhir tahun 2015 lalu. Dia mendirikan usaha baju batik yang diberinya  nama Arka Batik Jogja dan fashion wanita yang diberi nama MIB Fashion.

Tak puas sampai di situ saja, Tama juga mengembangkan bisnis miliknya di bidang kuliner. Lagi lagi, Tak cuma satu melainkan dua sekaligus yaitu, Ceritanya Katsu dan Ceritanya Gule.

Selain berbisnis dan juga kuliah, Dia juga merupakan seorang koreografer. Meski begitu, dia mengaku tidak kesulitan dalam membagi waktu antara kuliah, mengurus bisnis, serta berkumpul dengan teman-temannya.

Menurutnya, mahasiswa yang mau memulai berbisnis harus siap kuat mental. Apalagi, jika bisnis yang dimulai dari nol, seseorang harus siap untuk menerima rintangan dan tantangannya. Tapi, tetap harus menikmati prosesnya dan jangan sampai berhenti berinovasi.

3. Kisah Inspiratif Mahasiswa Bisnis Sidik Amin Mubarok

Sidik Amin Mubarok telah mengalami masa masa sulit sejak saat SMA. Ia bahkan nyaris harus putus sekolah. saat itu, ibunya sudah tiada, sedangkan ayahnya pergi tanpa ada kabar. Lebih miris lagi, rumah neneknya tempat dia tinggal malah disita.

Kondisinya perlahan mulai berubah sejak ia diminta membuat makanan untuk acara di sekolah temannya. Pada saat itu, ia memberanikan diri untuk membuat keripik singkong dari 20 kilogram singkong. Ternyata olahan singkong pedas yang ia buat sendiri diminati banyak orang. Setelah mendapatkan beasiswa di Universitas Padjadjaran, ia rutin menjual keripiknya pada mahasiswa lainnya.

Tak jarang ia mendapatkan cibiran karena kemasan produk miliknya masih ala kadarnya. Tetapi, dia tak patah semangat dan mencari cara terbaik untuk memperbaiki kemasannya agar terligat lebih menarik. Kini, dalam sebulan, Sidik bisa mendapatkan omset sampai 50 juta rupiah.

4. Ahmad Musyaddad

Di tengah-tengah kesibukannya sebagai mahasiswa filsafat sekaligus aktivis di pesanten, Ahmad Musyaddad berhasil untuk mengelola tiga bisnis kuliner miliknya. Mahasiswa Universitas Gajah Mada ini sukses untuk menggandeng investor sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan modal sepeserpun.

Tiga usaha kuliner miliknya adalah Bakpia Lumer, Makaroni Rawe, dan juga Bandeng Rawe. Menggunakan konsep yang terbilang cukup unik, Ahmad mengemas olahan bandeng ke dalam kemasan kaleng. Konsep ini diklaim sebagai yang pertama ada di Indonesia.

Produk kulinernya kini telah dijual di toko oleh oleh daerah Yogyakarta dan juga Tuban, bahkan sampai mampu menembus gerai Carrefour. Selain menjadi pengusaha dan mahasiswa, Ahmad juga sering menjadi narasumber untuk pelatihan di dalam kelompok UKM di sekitaran wilayahnya.

5. Mohamad Faisal Hidayat

Berkat berjualan susu, Mohamad Faisal Hidayat berhasil untuk membiayai kuliahnya sendiri di Universitas Negeri Semarang (UNNES) sampai selesai. Dia bahkan dapat membeli empat mobil keluarga yang menjadi impiannya.

Usahanya dia mulai pada awal tahun 2013 yang lalu. Bermodalkan dengan uang 1,3 juta rupiah , dia menyewa sebuah kios yang tak jauh dari kampusnya. Di sana, dia menjual susu dengan merek dagang Its Milk. Usaha miliknya tersebut laris manis dan mendapat keuntungan awal sebesar 5 juta rupiah pada bulan pertama.

Saat ini, Its Milk telah mempunyai 15 outlet di 12 kabupaten/kota di lima provinsi. Dari sejumlah outlet tersebut, dia berhasil mendapat omset sampai 1 miliar rupiah per bulan.

Tekadnya jadi pengusaha sukses bukan tanpa adanya sebab. Faisal yang mengaku berasal dari keluarga yang biasa ini mempunyai pengalaman pahit tiap menjelang Lebaran. Gara gara keluarganya tidak mempunyai mobil, mereka harus sampai menebeng mobil saudara. Hal itu berlangsung selama bertahun tahun hingga membuat Faisal bertekad untuk mempunyai mobil sendiri.

Selain berbisnis, Faisal juga aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Menurutnya, menjadi seorang pengusaha sekaligus mahasiswa harus pintar pintar untuk mengelola waktu. Kadang dia memprioritaskan kuliahnya, tapi tak jarang dia memilih untuk tidak masuk kelas untuk mengurus bisnisnya. Meski begitu, dia tetap berhasil lulus kuliah dengan IPK di atas tiga.

Itulah para mahasiswa yang berhasil untuk menjadi pengusaha yang sukses. Untuk sukses menjalani bisnisnya mereka tidak mengenal akan gengsi serta terbiasa untuk bekerja keras. Jika anda memang mau, tidak ada yang namanya alasan tak punya waktu.