Cara Pemupukan Jagung yang Tepat

Cara Pemupukan Jagung yang Tepat

Jagung merupakan biji-bijian yang mengandung karbohidrat. Tanaman ini berasal dari Amerika dan menyebar ke Afrika dan Asia. Di indonesia jagung merupakan sumber karbohirat setelah beras. Bahkan di daerah Madura jagung merupakan makanan pokok. Artikel ini akan membahas cara pemupukan jagung dengan tepat dan ulasanya.

Manfaat unsur hara bagi tanaman jagung

  1. Nitrogen (N)
    1. Dapat membuat tanaman tumbuh lebih hijau dan segar
    2. Memicu pertumbuhan tanaman, baik tinggi tanaman, jumlah cabang atau jumlah anakan lebih cepat tumbuh
    3. Membuat kandungan protein hasil panen menjadi lebih meningkat
  2. Fosfor (P)
    1. Akar akan tumbuh dan terbentuk dengan baik
    2. Mempercepat pembentukan bunga serta masaknya buah dan biji
    3. Meningkatkan komponen hasil panen tanaman biji-bijian
    4. Meningkatkan kualitas benih dan bibit
  3. Kalium (K)
    1. Membuat tanaman tumbuh lebih tegak dan kokoh
    2. Daya tahan tanaman terhadap serangan hama, penyakit dan kekeringan menjadi lebih meningkat
    3. Pembentukan gula dan pati menjadi lebih meningkat
    4. Hasil panen menjadi lebih tahan selama pengangkutan dan penyimpanan.
  4. Sulfur (S)
    1. Meningkatkan kualitas hasil panen dengan memperbaiki warna, rasa, aroma, dan besar biji
    2. Membuat tanaman lebih hijau

Metode pemupukan yang kita lakukan sangat berpengaruh untuk pertumbuhan dan panen jagung yang dihasilkan. Jika kita melakukan pemupukan yang tepat, maka panen yang dihasilkan akan optimal.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pemupukan adalah waktu, dosis, cara dan jenis pupuk yang digunakan.

Waktu Pemupukan Jagung Manis

Selain pemupukan dasar, untuk jenis tanah yang didominasi dengan tanah liat pemupukan kembali dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada saat tanaman berumur 10 dan 35 hari setelah tanam (hst), sedangkan perlakuan untuk tanah yang didominasi pasir dilakukan tiga kali pemupukan yaitu pada tanaman berumur 7-10 hst, 28-30 hst dan 40-45 hst.

Pemupukan Dasar Jagung

Pemupukan dasar berguna untuk kesuburan, kesehatan, dan mempercepat pertumbuhan pada tanaman jagung. Tetapi selain itu pemupukan dasar juga berguna untuk memenuhi dan mencukupi kebutuhan unsur hara yang diperlukan tanaman jagung.

Nah, mengapa tanaman jagung bisa stress ? hal itu dikarenakan pada masa awal pertumbuhan atau pada saat tanaman masih berkecambah, jagung akan menggunakan nutrisi dari biji jagung.

Nutrisi dari biji jagung akan habis setelah beberapa hari, kemudian akar akan menjalankan perannya untuk mencari makanan. Pada saat itulah terjadi proses adaptasi tanaman dengan lingkungan yang biasanya diiringi dengan stres pada tanaman.

Semakin lama stres yang dialami oleh tanaman, maka akan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman yang menjadi terhambat. Disinilah pupuk dasar berfungsi sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman. Agar dapat memperpendek masa stress tanaman tadi. Tanaman jagung yang nutrisinya tercukupi akan berpengaruh pada daya tahan tanaman yang meningkat.

Pemupukan diberikan dengan dosis : 500 kg petroganik, 75 kg urea, dan 150 kg phonska untuk setiap hektar. Pemberian pupuk ini dilakukan dengan cara ditugal di samping benih dalam baris tanaman dengan jarak 5 cm. Pupuk yang diberikan disamping masing-masing tanaman ini tujuannya agar menghindari terjadinya kompetisi antar tanaman.

Pemupukan Susulan Jagung

Jenis Pupuk Jagung

Pada umumnya pupuk yang digunakan adalah pupuk tunggal yaitu Urea sebagai pupuk N (Nitrogen), SP-36 sebagai pupuk P (Fosfor) dan KCl sebagai pupuk K (Kalium). Karena sekarang pupuk tunggal KCl sudah tidak tersedia lagi dipasaran, maka untuk pupuk Kalium diambil dari pupuk majemuk NPK.

Dosis Pupuk

Untuk takaran pupuk majemuk per hektar yang biasanya digunakan adalah NPK 15:15:15 sebanyak Urea + 400 kg sebanyak SP-36 + 270 kg sebanyak 80 kg. Sedangkan untuk takaran pupuk tunggal per hektar yang umum digunakan adalah Urea sebanyak 350 kg + SP-36 sebanyak 200 kg + KCl sebanyak 100 kg.

Cara pemupukan Jagung

  1. Pemberian pupuk dilakukan dengan cara ditugal di samping pangkal tanaman sedalam 5-10 cm, kemudian ditutup dengan tanah.
  2. Pemupukan ketiga (42-45 hst) dilakukan dengan membaca Bagan Warna Daun (BWD) untuk menentukan kebutuhan Nitrogen (N) jumlah pupuk urea yang dibutuhkan.

Caranya : tempelkan daun jagung teratas yang sudah terbuka dengan sempurna, lalu ukurlah tingkat kehijauan daun seperti pada gabar dibawah ini.

Nb : Waktu pembacaan yang baik adalah pada sore hari agar tidak terpengaruh oleh cahaya matahari.

Cara Membuat Pupuk Organik

Untuk membuat pupuk jenis cair, tentunya anda harus menyediakan bahan-bahan organik untuk memulai prosesnya. namun sebelum menuju ke cara pembuatan pupuk anda harus mengetahui dulu macam jenis dari pupuk organik cair seperti berikut.

  • Pupuk Organik Cair yang pertama didapatkan dari larutan pupuk organik yang telah jadi ataupun baru setengah jadi kedalam air, pupuk yang dilarutkan tersebut bisa dari beberapa pupuk organik seperti dari jenis pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos dan juga pupuk campuran lainnya. Caranya seperti dengan mencelupkan the celup kedalam air saja.
  • Pupuk Organik Cair yang kedua didapatkan dari sebuah hasil fermentasi, dengan sebuah bantuan mikro organisme tentunya.

Cara Membuat Pupuk

Sebelum anda bersiap untuk membuat pupuk untuk tanaman, tentunya ada bahan-bahan yang harus anda siapkan seperti berikut :

  • 1 karung kotoran ayam, sapi atau kambing
  • ½ karung dedak
  • 30 kg tanaman seperti jerami, gedebung pisang atau bisa juga daun leguminosa
  • 100 gram gula merah
  • 50 ml Bioaktivator atau biasa disebut EM4
  • Air bersih
  • Tong Plastik ukuran 100 L
  • Selang aerotor transparan dengan diameter kira-kira 0,5 cm
  • Botol plastik bekas ari mineral ukuran 1 liter

Setelah semua bahan terkumpul maka selanjutnya menuju ke cara pembuatannya sebagai berikut:

  1. Siapkan Tong plastik untuk wadah pembuatan pupuk.
  2. Lubangi tutup tong tadi seukuran dengan selang aerotor
  3. Potong bahan-bahan organik yang ada seperti dedaunan untuk dijadikan bahan baku
  4. Masukkan semua ke dalam tong dan beri air. secukupnya dengan perbandingan bahan pupuk lebih banyak sekitar 1: 2
  5. Aduk-aduk hingga merata adonan.
  6. Larutkan bioaktivator seperti EM4 dengan gula merah menggunakan 5 liter air
  7. Aduk larutan hingga merata.
  8. Masukan adonan EM4 kedalam tong yang berisi bahan baku tadi.
  9. Tutup tong dengan rapat.
  10. Masukan selang lewat tutup tong di lubang tadi.
  11. Beri perekat pada selang masuk sehingga tidak ada udara yang masuk
  12. Biarkan saja ujung selang yang lain masuk kedalam botol air mineral yang telah diberi air
  13. Tunggu hingga 7 sampai 10 hari.
  14. untuk mengecek tingkat kematangan, anda hanya perlu membuka penutup tong dan cium bau adonan. Jika wanginya sama seperti tape, ini artinya adonan sudah matang.
  15. Pisahkan zat cairan dengan ampasnya, hal tersebut bisa dengan cara menyaring adonannya.
  16. Masukkan lagi sebuah cairan tadi yang telah melewati penyaringan pada sebuah botol plastik ataupun juga kaca
  17. Tutup rapat kembali
  18. Pupuk organik cair siap digunakan.